TUGAS IVAN MENYELESAIKAN SOAL MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN

Mengapa akhir-akhir ini meluas gejala-gejala kekerasan masal ?

Gejala-gejala kekerasan masal disebabkan oleh karena salah mengartikan dan memahami refor- masi sehingga dalam bertindak cenderung eforia dan beranggapan bebas melakukan segala-galanya serta tidak tercapainya aspirasi dan hasrat yang diinginkan baik di bidang sosial, politik, dan ekonomi sehingga timbul dorongan untuk merusak baik pada diri sendiri maupun orang lain serta fasilitas-fasilitas yang ada. Dan ditambah dengan kurangnya kesadaran hukum dalam berbuat serta tertutupnya suara hati karena tidak tertanamnya jiwa-jiwa pancasila yang juga berfungsi sebagai etika.

Apa sebabnya seringkali masyarakat main hakim sendiri?

Penyebabnya karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja aparat keamanan karena banyak sekali tindakan kriminal yang belum diselesaikan oleh penegak hukum. Apalagi kalau aparat penegak hukum tidak memberikan hukuman yang setimpal kepada si pelaku. sehingga masyarakat mencoba untuk mengukum pelaku kejahatan dengan tindakannya sendiri tanpa memperdulikan penegak hukum untuk menyelesaikannya akibat dari kesadaran hukum yang rendah dari kalangan masyarakat yang salah mengartikan era reformasi sehingga berasumsi bebas melakukan apa saja dan tidak bisa menempatkan etika sebagai suatu pancasila karena tertutupnya suara hati.

Dapatkah hukum menyelesaikan masalah korupsi ?

Korupsi bukanlah hanya persoalan hukum saja, tetapi juga merupakan persoalan sosial, ekonomi, politik, budaya dan agama. Karena hukum bisa saja dimanupulasi oleh koruptor untuk membebaskannya dengan mencari kelemahan-kelemahan hukum itu sendiri. Setidaknya perbuatan korupsi dapat dibrantas atau ditekan sedikit mungkin dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kontrol sosial dari masyarakat, menyadari bahwa perbuatan korupsi merugikan semua orang, dan menyengsarakan rakyat.

2. Sistem hukum yang berlaku, Dalam pelaksanaan sistem hukum negara kita jangan ada perbedaan perlakuan dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun.

3. Seleksi penerimaan Pegawai Negeri, Cara penerimaan pegawai negeri yang sampai hari ini tidak jelas ujung pangkalnya perlu sesegera mungkin dibenahi, dan dengan prinsip dasar transparan.

4. Undang – undang korupsi, yang berlaku saat ini, terlampau banyak celah dan kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh koruptor. Berlakukan undang – undang korupsi pembuktian terbalik dengan tambahan bahwa yang dapat dijerat dengan undang – undang ini termasuk keluarga sang pejabat.

5. Saluran terbuka untuk masyarakat, seringkali masyarakat mengetahui tentang adanya perbuatan korupsi, tetapi tidak tahu harus melapor kemana dan kepada siapa, juga ketakutan akan dijadikan saksi yang bakal merepotkan dirinya, perlu dipikirkan agar adanya akses langsung dari masyarakat luas kepada pihak yang betul – betul dapat menjamin dan melindungi pelapor, juga menindak lanjuti laporan tersebut, sehingga tidak menciptakan sikap masa bodoh dari masyarakat, seperti yang terjadi saat ini.

6. Sistem pendidikan, Menanamkan kepada anak didik tentang hak dan kewajiban warga negara atas negaranya, juga menanamkan rasa memiliki negara ini, dengan mengajarkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi, akibatnya, dan rasa kebenciannya terhadap korupsi.

Masalah Aborsi (Pengguguran Janin)

Pengguguran janin atau aborsi menunjukkan rendahnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan. Bukankah setiap benih memiliki hak sama untuk hidup dan tumbuh di dunia karena janin juga memiliki hak untuk hidup yang merupakan hak azazi manusia yang mendasar. Membunuh manusia (janin) yang tidak bersalah secara sengaja adalah salah dan dilarang oleh agama dan moral. Aborsi yang disengaja adalah pembunuhan. sebab aborsi dapat memberikan dampak kesakitan seperti pendarahan dan infeksi sehingga merupakan masalah kesehatan yang berujung pada kematian. Dari segi hukum di Indonesia, aborsi berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) melarang keras dilakukannya aborsi dengan alasan apapun sebagaimana diatur dalam pasal 283, 299 serta pasal 346-349. Bahkan pasal 299 intinya mengancam hukuman pidana penjara maksimal empat tahun kepada seseorang yang memberi harapan kepada seorang perempuan bahwa kandungannya dapat digugurkan dan Undang-undang RI No. 1 tahun 1946 tentang KUHP yang menjelaskan dengan alasan apapun aborsi adalah tindakan melanggar hukum. Sampai saat ini masih diterapkan. Aborsi dapat juga dilakukan jika sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan, dilakukan dengan aman dan oleh tenaga terampil atau dokter, dengan peralatan yang memenuhi standar, tanpa paksaan, disertai konseling, asuhan pascaaborsi, serta tanpa disertai motivasi komersial. Dimana ditegaskan oleh Pasal 15 ayat 1 Undang-undang RI No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan yang menuliskan dalam kondisi tertentu, bisa dilakukan tindakan medis tertentu (aborsi).

Tindakan Eutanasia apakah dapat dibenarkan secara moral ? Praktik eutanasia tentu saja berbenturan dengan nilai-nilai etika dan moral yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kehidupan manusia. Mengingat eutanasia berhadapan langsung dengan faham nilai menyangkut hak dan kewajiban menghormati dan membela kehidupan. Dalam perspektif etika dan moral, alasan yang mendasari mutlaknya kewajiban menghormati hidup manusia tidak lain adalah, pertama, pengakuan martabat manusia sebagai pribadi yang unik, yang memiliki rasionalitas, kehendak, dan kebebasan yang bertanggung jawab serta pribadi yang senantiasa berkembang menuju pada kepenuhan.

Kedua, pengakuan martabat sebagai makhluk sosial yang hidup dalam kebersamaan, saling membantu dan menolong dalam usaha memperkembangkan diri. Oleh karena makna dan tujuan kehidupan bersama itulah muncul kewajiban untuk menghormati kehidupan setiap individunya. Ketiga, pengakuan nilai hidup jasmani sebagai indikasi mutlak akan kehidupan. Manusia hanya mungkin mengembangkan diri baik secara personal maupun komunal selama ia masih hidup. Keempat, pengakuan iman kepercayaan bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan bahwa hidup adalah karunia-Nya yang sangat berharga dan istimewa.

Jelas bahwa permohonan eutanasia, yang bertujuan untuk mengakhiri hidup si pasien, dengan alasan apa pun tidak dapat dibenarkan secara moral karena hal tersebut sama dengan pembunuhan langsung. Menurut hukum, eutanasia merupakan suatu tindakan pidana pembunuhan atau kriminal yang termasuk melanggar hukum karena mencoba menghilangkan nyawa orang lain. Ini dibuktikan dalam Pasal 344 ”Barang siapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutkannya dengan nyata dan sungguh-sungguh, dihukum penjara selama-lamanya 12 tahun”.
Pasal-pasal 338, 340, 345, dan 359 KUHP juga dapat dikatakan bersangkut-paut dengan masalah eutanasia. Dengan demikian, secara formal hukum yang berlaku di negara kita memang tidak mengizinkan tindakan eutanasia oleh siapa pun.Akan tetapi eutanasia bisa dilegalkan jika pasien memang tidak punya harapan lagi seperti tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya, tidak sanggup lagi membayar pengobatan yang mahal. Oleh karena itu, Seharusnya Prof. Voute memberikan harapan kesembuhan kepada pasiennya dan ditambah dengan mengajak orang tua, kerabat-kerabat dan rekan-rekannya untuk mendukung secara moril sehingga si pasien bersemangat untuk hidup. Dan bukan memberikan sesuatu yang bisa membuatnya tidak bersemangat hidup.

Benturan antara norma hukum dan norma etika ?

Dari segi hukum, mengambil benda atau sesuatu yang bukan milik kita pribadi merupakan suatu pelanggaran hukum yang termasuk kedalam tindakan kriminal atau pencurian walaupun bersifat ringan contohnya mengambil pepaya di hutan yang telah ditetapkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun dari segi etika, perbuatan tersebut tergantung dari diri orang itu sendiri bagaimana sikap yang pantas untuk dapat memecahkan masalah itu, mungkin menurutnya benar karena benda tersebut jauh dari keramaian dan tidak mungkin ada orang yang memilikinya serta ditambah rasa lapar pada dirinya sehingga dia mengembil pepaya tersebut. Atau mungkin perbuatan itu menurutnya tidak baik karena dia merasa itu bukan haknya dan haram bila dimakan sehingga dia menahan perutnya yang kelaparan. Jika dilihat dari kondisi orang tersebut, maka tak patutlah hukum banyak bicara dan lebih memfokuskan tentang hak hidup orang tersebut, karena hukum juga memberikan perlindungan kehidupan yang layak.

Penyebab para elite politik tidak menyebut-nyebut ideologi pancasila ?

Indonesia memang memiliki ideologi Pancasila, tetapi ide dari kebijakan yang diambil pemerintah bersumber dari nilai liberalisme. Dimana paham tersebut banyak sekali memberikan keuntungan secara konkret dalam kehidupan bangsa indonesia sendiri contohnya Undang-Undang Penanaman Modal yang sangat memihak pada investor asing dan privatisasi terhadap air dan sumber daya alam yang dilakukan pemerintah sangat diwarnai ide liberalisasi. Seharusnya Pancasila menjadi spirit yang menjiwai kebijakan dan politik Indonesia. “Kini Pancasila hanya dimaknai sebagai simbol atau slogan yang dianggap sakral untuk itu ideologi pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa tidak boleh dipahami sepotong-sepotong tetapi harus dipahami secara utuh.

Tidak samakah ideologi pancasila dengan filsafat pancasila

Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara berupa cita-cita luhur bangsa untuk menciptakan negara dan masyarakat adil dan makmur, adil dalam kemakmuiran dan mak-mur dalam keadilan. Sebagai ideologi negara telah dirumuskan dalam Pembukaan UUD 45. Pancasila mampu berkembang secara dinamis sehingga disebut juga ideologi terbuka.

Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan untuk suatu tujuan tertentu sila-sila Pancasila dan saling berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Filsafat Pancasila sebagai suatu pandangan hidup bangsa Indonesia yg merupakan kenyataan objektif yg hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pancasila memberi petunjuk untuk mencapai kesejahteraan. Nilai-nilai dlm bidang filsafat untuk menunjukkan kata benda yg abstrak yg artinya keberhargaan (worthy) atau kebaikan (goodness)

Mampukah ideologi pancasila memberi petunjuk memecahkan masalah baik di bidang hukum, politik ekonomi dan kebudayaan

Pancasila tentu masih mampu memberi petunjuk bagi bangsa Indonesia dan juga bisa bersaing dengan ideologi-ideologi lain karena memiliki keunggulan yang tidak ada pada ideologi lain dan mampu kompetitif menjawab perubahan zaman, walaupun Indonesia diserbu nilai-nilai asing di era  globalisasi. kekuatan dari ideologi Pancasila justru terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara unsur-unsur yang ada di masyarakat Indonesia. ideologi yang bisa bertahan adalah ideologi yang bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan global dengan kepentingan nasional. ideologi yang bisa terus eksis adalah ideologi yang bisa menempatkan kepentingan nasional tanpa ikut terpengaruh nilai-nilai asing dari ideologi lain yang datang melalui informasi global seperti siaran televisi, internet atau pertukaran jasa dan barang lainnya. Pancasila sebagai ideologi berkompetisi melawan nilai-nilai ideologi lain yang masuk ke Indonesia melalui globalisasi. Dan itu semua tidak terlepas dari kesadaran kita semua dalam mewujudukan dan menyikini ideologi pancasila itu sendiri.

Keunggulan Pancasila

Keunggalan pancasila terletak pada penempatan unsur keseimbangan yang tidak banyak ditemukan dalam ideologi lain yaitu keseimbangan antara kepentingan global dengan kepentingan nasional. Naziisme hanya mementingkan kelompok tertentu atau hanya berpihak pada golongan tertentu yaitu lebih mengutamakan rasnya sendiri. Dan beranggapan bahwa rasnya lah yang paling menonjol sehingga berbuat seenak mereka sendiri selagi rasnya bisa diterima. Begitu juga dengan komunisme, yang cenderung mementingkan kelompok tertentu yakni kelompok buruh, khususnya kelompok ‘elite’ kaum pekerja,” tidak mengimani Allah sehingga kurang mengharga manusia sebagai individu. Menurutnya Manusia itu seperti mesin. Kalau sudah tua, rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan mesin. Apalagi pencapaian tujuan komunisme adalah dengan jalan kekerasan. Jadi pada dasarnya komunisme tidak menghormati HAM. Jauh berbeda sekali dengan ajaran pancasila. Pancasila mengajarkan manusia untuk mengimani Allah sehingga manusia dihormati kodratnya sebagai manusia. Pancasila, yang terdiri atas lima sila itu jelas menghormati HAM, yakni dari kebebasan beragama dan beribadah, kemanusiaan yang adil dan beradab, persaudaraan sesama bangsa, demokrasi dengan musyawarah, dan akhirnya keadilan sosial. Pancasila mengajarkan cinta bangsa dan tanah air. Namun, hal itu diimbangi dengan cinta sesama manusia. Demokrasi Pancasila mengajarkan prinsip musyawarah dalam pengambilan keputusan, meski mungkin harus dengan pemungutan suara, karena tidak tercapainya mufakat sehingga terbebas dari jalan kekerasan. Apalagi dengan paham liberalisme yang cenderung berpihak kepada kepentingan kelompok yang memiliki modal, orang yang
punya kuasa, atau hanya bagi orang-orang pintar dalam masyarakat. Dan lebih mementingkan dirinya daripada negara.

Mungkinkah Indonesia lebih baik berpindah ke ideologi liberalisme saja?

Paham setiap orang bisa saja berbeda tetapi bagaimana paham tersebut bisa kita renungkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya pada demokrasi terpimpin indonesia sendiri sudah pernah merasakan paham liberalisme. Akan tetapi paham tersebut tidak memberikan harapan banyak kepada bangsa kita dan parahnya bangsa indonesia semakin merosot akibat dari tidak adanya keseimbangan antara pemerintah dengan rakyatnya. Dan pada akhirnya kembali lagi pada ideologi pancasila. Ini membuktikan masalah tersebut bukanlah masalah berpegang pada ideologi siapa akan tetapi dimulai dari konsistenan bangsa indonesia itu sendiri untuk membuang keraguannya pada ideologi pancasila itu sendiri. Dilihat dari segi manapun ideologi pancasila memang lebih baik daripada ideologi lain. Masalahnya itu tergantung pada diri bangsa itu sendiri untuk bisa menerapkan ideologi pancasila bukan sekedar mulut saja ataus simbol melainkan dilihatkan dalam bentuk perbuatan yang sesungguhnya.

Mengapa masyarakat kehilangan kenyakinannya akan keampuhan pancasila ?

Jika kita lihat secara fakta memang ideologi liberalisme, komunisme bisa membuat negaranya lebih maju daripada ideologi pancasila. Jarang sekali keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan dari ideologi pancasila itu sendiri . Masalah ini diakibatkan karena bangsa indonesia tidak sepenuhnya menjiwai pancasila itu sendiri karena tergoda dengan adanya globalisasi itu sendiri dan tidak bisa menyaring itu semua dikarenakan sedikitnya pemahaman tentang ideologi pancasila. Padahal pancasila itu merupakan sumber hukum, moral, dan agama yang bisa membantu manusia dalam memecahkan masalah yang dihadapinya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tidak dapatkah ideologi pancasila baik secara ilmiah maupun secara politis memberi orientasi perubahan amandemen UUD 1945?

Secara ilmiah tentu ideologi pancasila mampu memberi arahan dalam melakukan sesuatu dan juga sebagai sarana orientasi dalam bergerak karena pancasila merupakan pandangan hidup bangsa indonesia menuju pada kesejahteraan. Jika perubahan amandemen tanpa disertai campur tangan ideologi pancasila tentu akan berpengaruh buruk sekali pada bangsa Indonesia. Dan dari segi politis dengan adanya campur tangan ideologi pancasila terhadap perubahan amandemen tentu memberikan dampak yang baik pada politik indonesia misalnya terciptanya cita-cita leluhur bangsa indonesia untuk menciptakan negara dan masyarakat adil dan makmur, adil dalam kemakmuiran dan mak-mur dalam keadilan.

Satu Tanggapan to “TUGAS IVAN MENYELESAIKAN SOAL MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN”

  1. muhammad lukman Says:

    saya sangat berterinakasih dapat mengetahui banyak hal dalam situs ini,namyn saya meminta agar bagaimana kaitannya antara masalah kesehatan dengan pancasila di negara kita… terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: