STRATEGI BELAJAR PEMBELAJARAN : ALA IRVAN JAYA MUSRIDA BATOSAI

Penerapan belajar tuntas, program remedial ,2 cara yang dapat ditempuh yaitu: Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi siswa yang belum atau mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu. Cara ini merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk dilakukan karena merupakan implikasi dari peran guru sebagai “tutor” Pemberian tugas-tugas atau perlakuan (treatment) secara khusus, yang sifatnya penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran regular. Adapun bentuk penyedernahaan itu dapat dilakukan guru antara lain melalui: 1). Penyederhanaan isi/materi pembelajaran untuk KD tertentu 2). Penyederhanaan cara penyajian (misalnya: menggunakan gambar, model, skema, grafik, memberikan rangkuman yang sederhana, dll.) 3). Penyederhanaan soal/pertanyaan yang diberikan. Pengayaan dilakukan, pemberian bacaan tambahan atau berdiskusi yang bertujuan memperluas wawasan bagi KD tertentu, Pemberian tugas untuk melakukan analisis gambar, model, grafik, bacaan/paragraf, dll, Memberikan soal-soal latihan tambahan yang bersifat pengayaan, membantu guru membimbing teman-temannya yang belum mencapai ketuntasan. Percepatan,

CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubngkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendrong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehdiupan mereka, Peranan guru dan siswa dalam CTL yaitu siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang sedang berkembang,  setiap anak memiliki kecendrungan untuk belajar hal hal yang beru dan penuh tantangan, belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan ahal-hal yang baru dan sudah diketahui, belajar bagi anak proses pmenyempurnakan skema yang telah ada dan pembentukan skema baru, jadi tugas guru adalah memfasilitasi,

Azas CTl, yaitu konstruktivisme yaitu proses membangun pengetahuan baru dalam struktur kognitif sswa beradasarkan pengalaman, inkuiri yaitu proses pembelajarn didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematik, bertanya yaitu bertanya dan menjawab pertanyaan rasa ingintahu dan kemampuan berpikir, masyarakat belajar yaitu agar hasil belajar diperoleh melalui kerja sama dengan organ lain, pemodelan dengan mempergakan sesuai contoh yang dapat ditiru oleh siswa

Model pembelajaran jarak jauh adalah Sistem pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik utama keterpisahaan fisik antara Pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi langsung antara pebelajar dengan Pengajar atau instruktur. Sejumlah institusi pendidikan jarak jauh di dunia berupaya untuk menciptakan komunikasi yang interaktif melalui berbagai cara, misalnya dengan mendesain bahan ajar (learning materials) sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif. Upaya lain yaitu menyediakan sarana tutorial bagi pebelajar dan memanfaatkan media tertentu yang dapat menjadi sarana interaksi antara Pengajar dan pebelajar praktik dan latihan (drill and practice), tutorial, permainan (games), simulasi (simulation), penemuan (discovery), dan pemecahan masalah (problem solving).Praktik dan Latihan Bentuk interaksi ini digunakan untuk melatih pebelajar menggunakan konsep, aturan (rules) atau prosedur yang telah diajarkan sebelumnya

Model pembelajaran dewasa adalah ciri-ciri, konsep diri orang dewasa berubah, dari seseorang yang tergantung menjadi mengatur diri sendiri , Orang dewasa memiliki sejumlah pengalaman dan pemahaman yang semakin banyak, yang berfungsi sebagai sumber daya pembelajaran yang kaya, Kebutuhan untuk belajar akan lebih banyak berorientasi pada tugas perkembangan dari peran sosial, Perspektif orang dewasa dalam menggunakan pengetahuan berubah dari penerapan yang tertunda menjadi penerapan segera,Orang dewasa belajar dengan cara menemukan yaitu informasi yang diterima menjadi sikap hidupnya setelah ia menganalisis, mensintesis, merefleksi dan merenungkan, 1) pembelajar orang dewasa akan termotivasi untuk belajar karena kebutuhan dan minat dimana belajar akan memberikan kepuasan 2) orientasi pembelajar orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan, sehingga unit-unit pembelajar sebaiknya adalah kehidupan nyata (penerapan) bukan subject matter. 3) Pengalaman adalah sumber terkaya bagi pembelajar orang dewasa, sehingga metode pembelajaran adalah analisa pengalaman (experiential learning). 4) Pembelajaran orang dewasa mempunyai kebutuhan yang mendalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directed learning), sehingga peran guru sebagai instruktur.
5) Perbedaan diantara pembelajar orang dewasa semakin meningkat dengan bertambahnya usia, oleh karena itu pendidikan orang dewasa harus memberi pilihan dalam hal perbedaan gaya belajar, waktu, tempat dan kecepatan belajar.Prinsip beljar orang dewasa yaitu recency (sesuatu yang dipelajai pada saat terakhir), kesesuaian, motivasi, menarik perhatian diawal sesi, komunikasi 2 arah, umpan balik, belajar aktif, multilearning, latihan

Satu Tanggapan to “STRATEGI BELAJAR PEMBELAJARAN : ALA IRVAN JAYA MUSRIDA BATOSAI”

  1. ok…
    tapi ada yang maw q tanya ya!!!
    peran guru sebagai tutor.
    sebenarnya apa sich yang dimaksud dengan tutor?
    apakah tutor sama dengan pembimbing???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: